Nak, Saya Khatam Iqra' 6
Berita Kegiatan News

Nak, Saya Khatam Iqra' 6

Bang Maman 25 Juni 2026 18 views
Ringkasan: Literasi Qur'an, tidak ada kata terlambat untuk belajar

Salam Cinta K-apel

Salam Literasi Qur'an

Mengaji – Memahami – Mengamalkan

"Nak, saya khatam Iqra' 6..."

K-apel.com, Makassar - Kalimat itu terdengar pelan. Diucapkan dengan senyum yang begitu tulus oleh seorang nenek lansia binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) di Lorong Daeng Jakking.

Saat itu, saya hanya terdiam.

Entah mengapa, kalimat sederhana itu terasa begitu berat dan mengandung makna yang sangat dalam. Mungkin bagi sebagian orang, menyelesaikan Iqra' 6 adalah hal yang biasa. Tidak ada panggung megah. Tidak ada tepuk tangan meriah. Tidak ada piala ataupun sertifikat yang bernilai jutaan rupiah.

Tetapi bagi nenek itu, menyelesaikan Iqra' 6 adalah kemenangan besar dalam hidupnya.

Kemenangan atas rasa malu.

Kemenangan atas keterbatasan usia.

Kemenangan atas ketakutan untuk memulai sesuatu yang baru.

Dan yang paling penting, kemenangan karena berhasil melangkah lebih dekat kepada Allah SWT.

Saya masih mengingat bagaimana perjalanan si nenek itu dimulai. Di usia senja, ketika rambut mulai memutih dan langkah tidak lagi secepat dahulu, si nenek itu datang ke tempat mengaji dengan membawa semangat yang kadang tidak dimiliki oleh anak-anak muda.

Si nenek memulai dari nol.

Benar-benar dari nol.

Dari mengenal huruf-huruf hijaiyah satu per satu.

Alif...

Ba...

Ta...

Tsa...

Huruf-huruf yang bagi sebagian orang mudah diucapkan, namun bagi si nenek membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.

Terkadang si nenek harus mengulang satu baris berkali-kali.

Terkadang harus mengulang satu halaman selama beberapa pertemuan.

Kadang suara si nenek terbata-bata.

Kadang si nenek lupa huruf yang baru saja dipelajari.

Namun tidak pernah sekalipun saya melihat ia menyerah.

Justru yang saya lihat adalah semangat yang semakin hari semakin tumbuh.

Suatu hari seorang nenek yang lain berkata kepada saya,

"Nak, saya merasa rugi kalau tidak datang mengaji. Setiap datang selalu ada yang saya pelajari. Selalu ada yang saya dapatkan."

Saya terdiam mendengarnya.

Kalimat itu seperti tamparan lembut bagi kita yang masih muda.

Betapa sering kita menunda belajar karena sibuk.

Betapa sering kita menunda membaca Al-Qur'an karena merasa masih punya banyak waktu.

Betapa sering kita berkata "nanti" untuk sesuatu yang sebenarnya bisa dimulai hari ini

Sementara seorang nenek yang usianya jauh lebih tua justru berlari mengejar kesempatan untuk belajar sebelum waktunya habis.

Hari berganti hari.

Pekan berganti pekan.

Bulan berganti bulan.

Tahun berganti tahun

ia terus datang.

Kadang ditemani cucunya.

Kadang berjalan perlahan dengan langkah yang tidak lagi kuat.

Kadang membawa kacamata yang harus beberapa kali diperbaiki agar bisa membaca dengan jelas.

Tetapi satu hal yang tidak pernah berubah adalah semangatnya.

Semangat untuk belajar.

Semangat untuk memahami kalam Allah.

Semangat untuk memperbaiki diri.

Hingga akhirnya hari yang ditunggu itu tiba.

Dengan wajah yang berseri-seri si nenek menghampiri saya.

Matanya berbinar seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah istimewa.

"Nak, Alhamdulillah... nenek sudah selesai Iqra' 6. Kata nak Agus dan nak Sikin (relawan K-apel yang mengajar di kelas iqra’), nenek sudah bisa naik ke Al-Qur'an besar." ~ katanya pada saya

Seketika saya melihat kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Keriput di wajahnya seakan berubah menjadi saksi perjalanan panjang yang telah dilalui.

Tidak ada kemewahan dalam pencapaian itu.

Tetapi ada kemuliaan.

Karena yang ia perjuangkan bukan dunia, melainkan jalan menuju ridha Allah.

Alhamdulillah...  Nek,  insya Allah bulan depan kita buat acara "tarang ati" (kenaikan kelas pindah di Al-qur’an besar) gabung dengan beberapa orang yang sudah selesai mi juga di iqra' 6.” ~ ucap saya kepada si nenek

Bukan hanya sebatas acara kenaikan tingkat.

Tetapi perayaan atas kesungguhan.

Perayaan atas ketekunan.

Perayaan atas cinta kepada Al-Qur'an.

Masya Allah.

Betapa banyak orang yang mampu membaca koran, buku, bahkan berbagai informasi di telepon genggamnya, tetapi belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik.

Sementara para ibu dan nenek ini mengajarkan kepada kita bahwa belajar tidak mengenal batas usia.

Mereka membuktikan bahwa selama napas masih berhembus, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Selalu ada kesempatan untuk mendekat kepada Sang Pencipta.

Karena sesungguhnya yang menghalangi seseorang belajar bukanlah usia.

Bukan pula kemampuan.

Melainkan kemauan.

Dan para nenek ini telah menunjukkan bahwa kemauan yang kuat mampu mengalahkan segala keterbatasan.

Kisah para ibu dan nenek ini mengajarkan kepada kita bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari seberapa cepat kita sampai di tujuan.

Kadang keberhasilan justru lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan istiqamah.

Satu huruf demi satu huruf.

Satu halaman demi satu halaman.

Satu pertemuan demi satu pertemuan.

Hingga akhirnya menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

Terima kasih kepada seluruh relawan K-apel yang dengan penuh kesabaran mendampingi para ibu dan nenek belajar sejak Iqra' 1.

Terima kasih atas waktu, tenaga, dan cinta yang diberikan.

Semoga setiap huruf yang dibaca oleh para peserta menjadi pahala yang terus mengalir.

Semoga setiap kesabaran menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus.

Dan semoga semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk memulai belajar Al-Qur'an.

Karena jika seorang nenek di usia senjanya mampu memulai dari nol hingga berhasil memegang Al-Qur'an besar dengan penuh kebanggaan, maka sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk menunda.

Tidak ada kata terlambat.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Tidak ada kata terlambat untuk berubah.

Tidak ada kata terlambat untuk mendekat kepada Allah.

Sebab selama napas masih berhembus, pintu kebaikan selalu terbuka.

Dan mungkin, perjalanan menuju Al-Qur'an yang kita mulai hari ini akan menjadi perjalanan terindah yang mengantarkan kita menuju surga-Nya.

"Belajar Al-Qur'an bukan tentang usia, melainkan tentang kerendahan hati untuk terus belajar dan keberanian untuk memulai."

 

#BerbagiItuCinta

#BerbagiItuPeduli

#K-Apel

#WASILAH

#GenerasiJulehah

#AyoGabungKApel

#AyoBerbagi

#LiterasiQuran

#TarangAti

#BelajarSampaiAkhirHayat

Bagikan Berita Ini:
Nak, Saya Khatam Iqra' 6
Nak, Saya Khatam Iqra' 6

25 Juni 2026

Literasi Qur'an, tidak ada kata terlambat untuk belajar